Galau On The Reality
Jaman sekarang, di kalangan remaja hal yang sehubungan dengan kata galau tidak lagi menjadi momok yang harus ditakuti atau bahkan harus dihindari oleh sekelompok atau bahkan segelintir orang karena kata galau di jaman "Gehol" ini demikian para ABG menyebutnya dapat diidentikkan dengan perasaan yang serasa harus dan bahkan wajib dimiliki oleh mereka insan muda-mudi. Ia bahkan serasa haus akan perasaan tersebut jika belum merasakannya. Tidak hanya sampai disitu, mereka pun mengelompokkan diri mereka kedalam tiga kalangan yakni dari kalangan bawah, kalangan tengah sampai kalangan atas. Dari ketiga kalangan tersebut dapat diidentifikasikan bahwa tiap generasi itu memiliki masanya masing-masing karena terbukti sampai saat ini per-generasian setiap manusia sangat mendominasi tiap kalangan. Misal dari kalangan bawah mereka terdiri dari anak-anak yang sepantaran 5-12 tahun. Sedangkan dari kalangan tengah mereka itu terdiri dari anak Alay, ABG dan selettingan remaja yang baru tumbuh kembang hingga tingkat kematangannya pun masih belum matang sehingga tak jarang mereka seringkali dikategorikan sebagai makhluk dari kalangan tengah yang masih labil akan emosi demi penentuan jati dirinya sebagai insan manusia seutuhnya. Kalangan ini berada diantara usia 13-16 tahun. And the last. Nah ini nih! Segerombolan makhluk dari kalangan atas, mereka ini sebenarnya adalah sekumpulan orang yang paling sulit diidentifikasi, namun pertanyaan yang terbesit dibenak sang penulis saat ini adalah mengapa sampai sesulit itu mengidentifikasi keberadaan mereka? Jawabannya hanya satu ialah mereka terlalu dini untuk diklasifikasikan kedalam kelompok yang tergolong dari kalangan atas ini. Hanya saja mereka sudah cukup usia akan pribadinya jadi tidak salah juga kalau mereka cukup bisa dikatakan dewasa dengan pengklasifikasian ini. Jadi intinya, galau itu bukan penyakit hati mamen tapi lebih tepatnya disebut perasaan semacam penghangat jiwa. :))
Tidak ada komentar:
Posting Komentar